PPDIOO

PPDIOO

Merupakan metode analisis hingga pengembangan instalasi jaringan komputer yang di kembangkan oleh Cisco pada materi Designing for Cisco Internetwork Solutions (DESGN) yang mendefinisikan secara terus menerus siklus hidup layanan yang dibutuhkan untuk pengembangan jaringan komputer.

Fase yang terdapat dalam metode PPDIOO adalah: prepare, plan, design, implement, operate, and optimize.

Tahapan PPDIOO

  • Prepare: Menetapkan kebutuhan organisasi/institusi, strategi pengembangan jaringan, mengusulkan sebuah konsep arsitektur tingkat tinggi dengan mengidentifikasi pemanfaatan teknologi yang dapat memberikan dukungan rancangan hingga implementasi arsitektur terbaik. Pada fase “prepare” disusun rencana anggaran yang dibutuhkan dengan menyesuaikan kebutuhan  dan kemampuan bisnis terhadap rancangan arsitektur yang diusulkan.
  • Plan: Mengidentifikasi kebutuhan awal jaringan berdasarkan tujuan, fasilitas, kebutuhan pengguna, dan sebagainya. Tahap “Plan” ini meliputi karakteristik area dan menilai jaringan yang ada, dan melakukan “GAP Analysis” untuk menentukan apakah infrastruktur system yang ada, area, dan lingkungan operasional dapat mendukung sistem yang diusulkan. Sebuah rencana proyek yang baik dibutuhkan untuk membantu mengelola tugas-tugas yang ada, kewajiban, kejadian penting, dan sumber daya yang diperlukan untuk menerapkan perubahan (rancangan) ke jaringan. Rencana proyek harus menyesuaikan dengan ruang lingkup, biaya, dan parameter sumber daya yang ditetapkan dalam kebutuhan bisnis yang sebenarnya.
  • Design membahas tentang detail logis perancangan infrastruktur yang sesuai dengan mekanisme sistem, merancang mekanisme sistem yang akan berjalan sesuai kebutuhan dan hasil analisis. Kebutuhan awal tahap perencanaan, yakni: mengarahkan kegiatan spesialis desain jaringan. “Spesifikasi desain jaringan adalah kemampuan merancang jaringan komputer yang complex (komprehensif)  yang mampu memenuhi kebutuhan bisnis dan persyaratan teknis saat ini, serta menggabungkan spesifikasi untuk mendukung ketersediaan, keandalan, keamanan, skalabilitas, dan kinerja. Spesifikasi desain merupakan dasar untuk kegiatan pelaksanaan (implementasi).” Sebuah desain harus selaras dengan tujuan bisnis dan persyaratan teknis yang dapat meningkatkan kinerja jaringan, mendukung ketersediaan yang tinggi, kehandalan, keamanan, dan skalabilitas. Operasional harian, dan proses manajemen jaringan perlu diantisipasi, dan bila perlu, kustom aplikasi diciptakan untuk mengintegrasikan sistem baru ke dalam infrastruktur yang ada. Tahap desain juga dapat membimbing dan mempercepat implementasi agar sukses dengan rencana pelaksanaan, konfigurasi, pengujian, dan memvalidasi operasi jaringan.
  • Implement merupakan fase penerapan semua hal yang telah direncanakan sesuai desain dan analisis yang telah dilakukan sebelumnya. Fase ini diawali dengan testing untuk memastikan bahwa sistem siap untuk digunakan, implement sekaligus menilai berhasil atau gagalnya sistem untuk digunakan setelah  berhasil di uji coba sebelumnya. Implementasui jaringan yang baru dibuat atau baru ditambahkan jangan sampai mengganggu sistem atau jaringan yang sudah ada sebelumnya, apalagi sampai menimbulkan lubang keamanan yang baru. Pada tahap implementasi ini, perusahaan berusaha untuk mengintegrasikan perangkat dan kemampuan baru sesuai dengan desain tanpa mengorbankan ketersediaan atau kinerja jaringan yang sudah ada. Setelah mengidentifikasi dan memecahkan masalah potensial, perusahaan berupaya untuk mempercepat pengembalian investasi dengan migrasi yang efisien dan sukses, termasuk implementasi: instalasi, konfigurasi, integrasi, pengujian, dan penggunaan semua sistem. Setelah operasi jaringan divalidasi, organisasi dapat mulai memperluas dan meningkatkan keterampilan staf TI mereka untuk lebih meningkatkan produktivitas dan mengurangi downtime sistem.
  • Operate merupakan fase dilakukannya uji coba sistem yang dijalankan secara realtime. Apakah yang sudah dibuat sudah benar-benar sesuai dengan rancangan (desainnya). Sepanjang fase pengoperasian, perusahaan secara proaktif memonitor tanda-tanda vital dari kesehatan  jaringan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mengurangi gangguan, mengurangi pemadaman, dan menjaga ketersediaan tinggi, kehandalan, dan keamanan. Dengan menyediakan kerangka kerja yang efisien dan alat operasional untuk menanggapi masalah, perusahaan dapat menghindari downtime yang mahal dan gangguan terhadap operasional. Diperlukan Ahli di bidang pengoperasian sehingga memungkinkan organisasi untuk mengakomodasi perubahan, pergerakan, penambahan, dan perubahan sementara yang efektif yang dapat mengurangi biaya operasional. Tahap operasional melibatkan penggunaan, hingga pemeliharaan jaringan setiap harinya apakah sudah berfungsi sesuai harapan, termasuk memelihara ketersediannya serta apakah sudah mampu mengurangi biaya operasional (paperless, easy sharing, uptodate, dll). Deteksi kesalahan, koreksi, dan pemantauan kinerja yang terjadi setiap hari, serta memberikan data awal untuk tahap optimalisasi berikutnya.
  • Optimize melibatkan manajemen proaktif jaringan. Tujuan dari manajemen proaktif adalah untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah sebelum masalah baru yang muncul dikemudian hari akan mempengaruhi organisasi. Reaksi atas deteksi kesalahan dan koreksi (pemecahan masalah) diperlukan bila manajemen proaktif tidak dapat memprediksi atau mengurangi kegagalan. Dalam proses PPDIOO, fase optimalisasi dapat meminta untuk desain ulang jaringan jika terlalu banyak masalah dan kesalahan yang timbul dijaringan tersebut, jika kinerja tidak memenuhi harapan, atau jika perlu aplikasi baru dapat diidentifikasi untuk mendukung kebutuhan organisasi dan teknis pengelolan dikemudian hari. Sebuah bisnis yang baik tidak pernah berhenti mencari keunggulan kompetitif. Itulah sebabnya perbaikan berkelanjutan merupakan andalan siklus hidup jaringan. Dalam fase optimalisasi, perusahaan terus mencari cara untuk mencapai keunggulan operasional melalui peningkatan kinerja, pelayanan diperluas, dan penilaian ulang secara periodik untuk menilai kondisi jaringan. Apakah tujuan bisnis atau persyaratan teknis berubah? Apakah ada kemampuan baru atau peningkatan kinerja yang direkomendasikan? Sebagai sebuah organisasi, mereka harus terlihat mampu mengoptimalkan jaringan dan mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan kebutuhan perubahan, siklus hidup jaringan dimulai lagi dan terus berkembang hingga mampu meningkatkan hasil.

 CATATAN

Meskipun desain terdaftar sebagai salah satu dari enam tahap PPDIOO, beberapa elemen desain dapat hadir dalam semua tahapan lainnya. Selain itu, menggunakan enam tahap PPDIOO sebagai model atau kerangka, tidak perlu untuk menggunakannya secara eksklusif seperti yang didefinisikan.

PPDIOO

Mengapa menggunakan model PPDIOO?

Pendekatan network life-cycle memberikan beberapa manfaat utama selain menjaga proses desain yang terorganisir. Alasan utama untuk menerapkan sebuah pendekatan siklus hidup desain ke “campus design” adalah sebagai berikut:

  • Menurunkan total biaya kepemilikan jaringan: Perusahaan mencoba untuk menurunkan total biaya kepemilikan jaringan ketika menambahkan teknologi baru pada jaringan yang ada, pengadaan peralatan, melatih staf, mengelola kinerja jaringan, dan memelihara jaringan.
  • Meningkatkan kelincahan (potensi pengembangan) bisnis (organisasi): Kelincahan bisnis dapat digambarkan sebagai kemampuan organisasi untuk merespon dengan cepat perubahan bisnis atau kondisi pasar dan beradaptasi dengan tuntutan perubahan pelanggan dan lingkungan bisnis. “Dalam jangka panjang,” analis industri Gartner menulis, “peran paling penting bagi para pemimpin bisnis adalah untuk mengidentifikasi agenda pengembangan dan untuk mempersiapkan organisasi menghadapi ancaman.”
  • Mempercepat akses ke aplikasi dan layanan:  Mempercepat akses ke aplikasi dan layanan, sehingga membantu memungkinkan kelincahan bisnis. Sebagai contoh, sistem Komunikasi IP dapat dilengkapi dengan aplikasi yang terkoneksi ke pelanggan sehingga memungkinkan menampilkan panggilan masuk secara otomatis, mengaktifkan tampilan informasi rekening pelanggan dan riwayat kontak, menyediakan informasi yang dibutuhkan staf agar dapat merespon dengan cepat dan efektif.
  • Meningkatkan ketersediaan: Downtime dapat mempengaruhi pendapatan dan dapat mengurangi profitabilitas jaringan melalui biaya yang berkaitan dengan staf (admin) yang harus memecahkan masalah dan berfungsi dalam mode reaktif. Ketersediaan tinggi tergantung perencanaan kehati-hatian terhadap redundansi, keamanan suara, dan skalabilitas dan juga membutuhkan ketekunan aktifitas seluruh siklus hidup jaringan.Target Ketersediaan dipengaruhi oleh tujuan bisnis. Target ditetapkan di awal siklus hidup jaringan hingga kemampuan jaringan bertahan untuk tetap eksis: perubahan halus, penyebaran terencana membantu meminimalkan resiko downtime, dan perencanaan yang baik untuk operasi sehari-hari yang membantu mempercepat penyelesaian masalah.

Total biaya kepemilikan jaringan sangat penting dalam iklim bisnis saat ini. Biaya yang lebih rendah terkait dengan pengeluaran IT sedang agresif dinilai oleh eksekutif perusahaan. Namun demikian, siklus hidup jaringan yang tepat/ mendekati membantu dalam menurunkan biaya dengan tindakan-tindakan berikut  ini:

  • Mengidentifikasi dan memvalidasi kebutuhan teknologi
  • Perencanaan untuk perubahan infrastruktur dan kebutuhan sumber daya
  • Mengembangkan desain jaringan suara (VoIP) sesuai dengan persyaratan teknis dan tujuan bisnis
  • Mempercepat keberhasilan pelaksanaan
  • Meningkatkan efisiensi jaringan dan staf pendukungnya
  • Mengurangi biaya operasional dengan meningkatkan efisiensi proses operasional dan peralatan

Ketersediaan jaringan selalu menjadi prioritas utama perusahaan. Namun, downtime jaringan dapat mengakibatkan hilangnya pendapatan. Contoh di mana downtime dapat menyebabkan hilangnya pendapatan (keuntungan). Contohnya bila gangguan atau ancaman di jaringan dapat mencegah transaksi pasar sehingga menyebabkan penurunan suku bunga bank atau ketidakmampuan untuk memproses transaksi kartu kredit pada “hari libur kejepit”, hari belanja atau hari lebaran, natal, Thanksgiving, dll.

Siklus hidup jaringan meningkatkan ketersediaan yang tinggi terhadap jaringan dengan tindakan-tindakan berikut ini:

  • Menilai status keamanan jaringan dan kemampuan jaringan untuk mendukung desain yang diusulkan
  • Menentukan penggunaan hardware dan software terbaru yang benar, dan menjaga operasional dan update versi terbaru
  • Memproduksi desain operasi suara dan memvalidasi operasi jaringan
  • Pelabelan dan menguji sistem yang diusulkan sebelum penyebaran
  • Meningkatkan keterampilan staf
  • Proaktif memantau sistem dan menilai tren ketersediaan dan alert (peringatan)
  • Proaktif mengidentifikasi pelanggaran keamanan dan menentukan rencana perbaikan

Perusahaan yang besar memerlukan reaksi cepat untuk merubah pendapatan mereka. Perusahaan besar yang mampu bereaksi cepat memiliki keunggulan kompetitif terhadap perusahaan bisnis lainnya. Namun demikian, siklus hidup jaringan memiliki keuntungan kelincahan bisnis dengan tindakan berikut:

  • Menetapkan kebutuhan bisnis dan strategi teknologi yang digunakan
  • Menyiapkan area untuk mendukung sistem yang ingin Anda terapkan
  • Mengintegrasikan semua kebutuhan  teknis dan tujuan bisnis ke dalam desain rinci yang mampu menunjukkan bahwa jaringan akan dapat berfungsi sebagaimana yang ditentukan
  • Ahli instalasi, konfigurasi, dan mengintegrasikan komponen sistem
  • Terus meningkatkan kinerja

Aksesibilitas untuk aplikasi jaringan dan service sangat penting untuk lingkungan yang produktif. Dengan demikian, siklus hidup jaringan akan membantu mempercepat akses ke aplikasi jaringan dan layanan dengan tindakan berikut:

  • Menilai dan meningkatkan kesiapan operasional untuk mendukung penerapan teknologi dan layanan terbaru sesuai rencana.
  • Meningkatkan efisiensi pelayanan pengiriman dan efektivitas dengan meningkatkan ketersediaan, kapasitas sumber daya, dan kinerja
  • Meningkatkan ketersediaan, keandalan, dan stabilitas jaringan dan aplikasi yang berjalan di atasnya
  • Mengelola dan menyelesaikan masalah yang mempengaruhi sistem Anda dan menjaga aplikasi perangkat lunak yang digunakan saat ini

 

Merencanakan Implementasi Jaringan

Semakin rinci dokumentasi perencanaan pelaksanaan, maka semakin besar kemungkinan pelaksanaannya akan sukses. Meskipun langkah-langkah implementasi yang kompleks biasanya membutuhkan desainer untuk melaksanakan implementasinya, anggota staf lain juga dapat menyelesaikan dokumentasi dengan baik, melalui langkah-langkah implementasi yang rinci tanpa melibatkan desainer. Dalam istilah praktis, sebagian besar ahli desain dari perusahaan besar jarang melakukan langkah hands-on dengan menyebarkan desain baru. Sebaliknya, operasi jaringan atau insinyur pelaksanaan sering orang-orang yang menyebarkan desain baru berdasarkan rencana implementasi.

Selain itu, ketika menerapkan desain, Anda harus mempertimbangkan kemungkinan kegagalan, bahkan setelah pilot berhasil atau uji jaringan prototipe. Anda perlu didefinisikan dengan baik, tapi sederhana, uji proses di setiap langkah dan prosedur untuk kembali ke pengaturan awal jika ada masalah.

CATATAN

Ini adalah praktek terbaik untuk layout langkah-langkah implementasi dalam bentuk tabular dan meninjau langkah-langkah dengan staf di perusahaan.

 Komponen Pelaksanaan

Pelaksanaan desain jaringan terdiri dari beberapa tahap (menginstal perangkat keras, mengkonfigurasi sistem, perkiraan waktu, dan sebagainya). Setiap fase terdiri dari beberapa langkah, dan setiap langkah harus berisi, tapi secara tidak terbatas, dokumentasi berikut:

  • Deskripsi dari langkah
  • Referensi untuk merancang dokumen
  • Petunjuk pelaksanaan detil
  • Pedoman roll-back rinci dalam kasus kegagalan
  • Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan

 

Rencana Pelaksanaan ringkasan

Tabel berikut memberikan contoh bagaimana rencana implementasi untuk migrasi user ke switch kampus yang baru. Implementasi dapat bervariasi secara signifikan sesuai kondisi area perusahaan. Tampilan dan nuansa dari rencana pelaksanaan yang sebenarnya dapat bervariasi untuk memenuhi kebutuhan organisasi Anda.

 Tabel 1. Contoh Rangkuman Rencana Pelaksanaan

Tahap Tanggal, Waktu Deskripsi Detail Implementasi Selesai
Tahap 3 12/26/2010 01:00 EST Menginstall switch kampus baru Bagian 6.2.3 Ya
Langkah 1 Menginstall modul baru di backbone kampus untuk mendukung switch kampus baru Bagian 6.2.3.1 Ya
Langkah 2 Interkoneksi switch kampus baru untuk modul baru di backbone kampus Bagian 6.2.3.2 Ya
Langkah 3 Memverifikasi kabel Bagian 6.2.3.3
Langkah 4 Memverifikasi bahwa interkoneksi memiliki link pada switch masing-masing Bagian 6.2.3.4
Fase 4 12/27/2010 01:00 EST Mengkonfigurasi switch kampus baru dan modul baru di backbone kampus Bagian 6.2.4.1
Langkah 1 Jalankan file konfigurasi standar ke switch untuk manajemen jaringan, akses switch, dan sebagainya Bagian 6.2.4.2
Langkah 2 Mengkonfigurasi IP Address di interface Layer 3 dan konfigurasi routing pada modul baru di backbone kampus Bagian 6.2.4.3
Langkah 3 Mengkonfigurasi IP Address di interface Layer 3 dan info routing tentang switch kampus baru Bagian 6.2.4.4
Langkah 4 Mengkonfigurasi fitur Layer 2 seperti VLAN, STP, dan QoS pada switch kampus baru Bagian 6.2.4.5
Langkah 5 Tes akses lapisan port pada switch kampus baru dengan arah akses untuk beberapa  aplikasi enterprise Bagian 6.2.4.6
Fase 5 12/28/2010 01:00 EST Pelaksanaan produksi Bagian 6.2.5
Langkah 1 Migrasi pengguna untuk switch kampus baru Bagian 6.2.5.1
Langkah 2 memverifikasi perubahan Workstation yang dapat mengakses aplikasi perusahaan Bagian 6.2.5.2

Setiap langkah untuk setiap fase dalam tahap implementasi dijelaskan secara singkat, dengan referensi ke rencana implementasi rinci untuk keterangan lebih lanjut. Bagian rencana implementasi rinci harus menjelaskan langkah-langkah yang tepat diperlukan untuk menyelesaikan fase.

 Detil Pelaksanaan Rencana

Sebuah rencana implementasi rinci menjelaskan langkah-langkah yang tepat diperlukan untuk menyelesaikan tahap implementasi. Hal ini diperlukan untuk mencakup langkah-langkah untuk memverifikasi dan memeriksa pekerjaan para insinyur melaksanakan rencana tersebut. Daftar berikut menggambarkan rencana implementasi jaringan sampel:

Bagian 6.2.4.6, “Konfigurasi Layer 2 fitur seperti VLAN, STP, dan QoS pada switch kampus baru”

  • Jumlah switch yang terlibat: 8
  • Lihat Bagian 1.1 untuk pemetaan port fisik untuk VLAN
  • Gunakan konfigurasi template dari Bagian 4.2.3 untuk konfigurasi VLAN
  • Lihat Bagian 1.2 untuk pemetaan port fisik untuk konfigurasi spanning-tree
  • Gunakan konfigurasi template dari Bagian 4.2.4 untuk konfigurasi spanning-tree
  • Lihat Bagian 1.3 untuk pemetaan port fisik untuk konfigurasi QoS
  • Gunakan konfigurasi template dari Bagian 4.2.5 untuk konfigurasi QoS
  • Perkirakan waktu konfigurasi menjadi 30 menit per saklar
  • Verifikasi konfigurasi disukai oleh insinyur lain

Bagian ini menyoroti konsep-konsep kunci di sekitar PPDIOO. Meskipun topik ini bukan pada hal teknis, praktek-praktek terbaik disorot dengan desain jaringan dan rencana implementasi. Rencana yang miskin akan selalu menghasilkan hasil yang buruk. Jaringan saat ini terlalu penting untuk sebuah operasi bisnis, sehingga sangat disayangkan bila  tidak direncanakan secara efektif. Dengan demikian, mengkaji dan memanfaatkan Cisco Lifecycle akan meningkatkan kemungkinan setiap implementasi jaringan.

Sumber: http://www.ciscozine.com/2009/01/29/the-ppdioo-network-lifecycle/]

http://www.ciscopress.com/articles/article.asp?p=1608131&seqNum=3

Comments

comments

4 Responses to PPDIOO

  1. Khrisna says:

    Terima Kasih atas pencerahanya Pak .. Ijin baca2 di blog nya ..

  2. melwin says:

    Silahkan, Mas KHrisna (y)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *