Bab III

 BAB III

ANALISIS DAN PERANCANGAN

atau

METODE PENELITIAN

Jika penulis dalam penelitian ini melakukan kegiatan penelitian berbentuk development research atau pengembangan sistem informasi (RPL) dan menghasilkan software Sistem Informasi, atau menghasilkan produk film, animasi, iklan, profile, implementasi jaringan dan keamanan, website, dll, maka judul Bab III direkomendasikan menggunakan Analisis dan Perancangan.

Bab ini berisi antara lain: deskripsi singkat tentang obyek penelitian, kemudian tinjauan terhadap sistem yang sedang berjalan saat ini di obyek penelitian (jika memiliki obyek penelitian),penulis perlu memaparkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada obyek penelitian, seperti proses bisnis perusahaan, khususnya bagian/departemen yang memiliki permasalahan, atau gambaran umum produk/jasa yang memerlukan pengembangan atau promosi, serta penyajian data-data yang dimiliki obyek, usulan solusinya, analisis kebutuhan terhadap sistem yang diusulkan, dan analisis kelayakan sistem yang diusulkan.

Jika penulis dalam penelitian ini melakukan kegiatan penelitian berbentuk (experiment research), dimana penulis (peneliti) melakukan kegiatan penelitian karena melihat peluang yang ingin/dapat dicapai, dengan membuat sebuah model (prototype) hardware atau software untuk digunakan oleh user khusus (spesifik) atau digunakan oleh masyarakat umum, maka disarankan menggunakan judul Metode Penelitian.

Pada Bab III Metode Penelitian ini peneliti menuliskan tentang: 1) Alat dan bahan penelitian yang digunakan dalam kegiatan penelitian. 2) Alur penelitian untuk memastikan bahwa prosedur penelitian yang dilakukan penulis mengikuti kaidah-kaidah metode penelitian ilmiah. Didalam alur penelitian sudah termasuk analisis, rancangan produksi hingga pengujian.

===================================================

Panduan Teknis

Bab IIIAnalisis dan Perancangan berisi antara lain: Deskripsi singkat perusahaan yang menguraikan tentang gambaran umum objek penelitian, misalnya gambaran umum tentang perusahaan atau gambaran umum produk, lingkungan perusahaan, serta data-data yang dimiliki perusahaandan yang dibutuhkan/ dipergunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, berkaitan dengan kegiatan penelitian. Data-data lain seperti: izin perusahaan, visi, misi, struktur organisasi, jabaran tugas dan wewenang SDM, fasilitas, konsumen atau relasi perusahaan, spesifikasi produk juga layanan dan lain-lain, jika berkaitan dengan analisis masalah, rancangan, informasi yang akan dimasukkan dalam aplikasi, implementasi dan pembahasan, maka perlu dicantumkan,jika tidak berkaitan langsung, maka tidak direkomendasi dicantumkan dalam Bab III.

Bab ini point utamanya adalah “analisis masalah”, atau “sesuatu” yang mendasari peneliti untuk mengerjakan proyek penelitiannya. Peneliti wajib menguraikan tentang analisis terhadap permasalahan yang terdapat di kasus yang sedang di teliti. Meliputi analisis terhadap masalah sistem yang sedang berjalan, solusi-solusi yang dapat diterapkan, solusi yang dipilih, analisis kebutuhan terhadap sistem yang diusulkan, analisis kelayakan sistem yang diusulkan, perancangan, hingga “persiapan” pengembangan (produksi).

Ingat !!! Bagi penulis dari jurusan Teknik Informatika (S1-TI) penggunaan model Analisis PIECES dan SWOT adalah optional.

Bila peneliti akan menggunakan metode analisis masalah, seperti: Analisis PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Effeciency, Service), atau Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat), GAP Analysis, Metode Analisis Akar Masalah dan Solusi (MAAMS), Metode Analisis Pohon Masalah, Fishbone Analysis, Analisis menggunakan standard mutu seperti ISO/IEC, ITIL, Framework COBIT Metode Analisis Boston Consulting Group (BCG), dan lain-lain, maka peneliti wajib memahami metode analisis tersebut secara baik, dan mampu menyajikan data analisis secara baik dan benar.

Contoh-contoh lain untuk metode pengembangan aplikasi, jaringan, pembuatan film, video. Iklan: menggunakan SDLC (Software Development Life Cycle), Metode Rapid Aplication Development, Metode FAST (Framework for the Applications of System Thinking), CBIS (Computer Based Information System) Life Cycle,Metode USDP (Unified Software Development Process),atau menggunakan pemodelan fisik (phisycal model) dengan membuat flowchart system dan atau flowchart program atau pemodelan lojik (logical model) dengan membuat diagram konteks, diagram berjenjang proses (HIPO), Diagram Alir Data (DFD) level 0, level 1, dan seterusnya. Dapat juga menggunakan metode ER-D Model,Teknik Normalisasi untuk menghasilkan tabel-tabel dalam basis data, Metode OOAD (Object Oriented Analysis and Design),UML (Unified Modeling Language) dengan Use-Case Diagram, Class Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram.Metode Waterfall (Model Linier Sequential), Metode Prototyping,Metode Pengembangan Evolusioner, Metode Pengembangan Berorientasi Pemakaian Ulang (Re-Usable), Network Life Cycle-PPDIOO, Security Development Life Cycle. Model Manajemen Periklanan,Model Pra Produksi-Produksi-Pasca Produksi.

 

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1     Alat dan Bahan Penelitian (Instrumen Penelitian)

Instrumen penelitian adalah semua alat yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, menyelidiki suatu masalah, atau mengumpulkan, mengolah, menganalisa dan menyajikan data-data secara sistematis serta objektif dengan tujuan memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis. Jadi semua alat yang bisa mendukung suatu penelitian bisa disebut instrumen penelitian.

Beragam alat dan teknik pengumpulan data yang dapat dipilih sesuai dengan tujuan dan jenis penelitian ilmiah yang dilakukan. Setiap bentuk dan jenis instrumen penelitian memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Karena itu sebelum menentukan dan mengembangkan instrumen penelitian, perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Salah satu kriteria pertimbangan yang dapat dipakai untuk menentukan instrumen penelitian adalah kesesuaiannya dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan. Tidak semua alat atau instrumen pengumpul data cocok digunakan untuk penelitian-penelitian tertentu.

Beberapa contoh instrumen penelitian seperti :Tes, kuisioner, wawancara, observasi, skala bertingkat (ratings), dokumentasi, dll (seperti yang tercantum di Bab I metode penelitian), pada bab III ini penulis menyajikan form (table) dan isiannya.

3.2     Alur Penelitian

Penelitian yang baik harus sistimatis, artinya mengikuti langkah yang teratur, antara lain: observasi, merumuskan masalah, study literatur, merumuskan hypotesis, men-disain penelitian, pengambilan sampling, penggunaan alat ukur, mengumpulkan data, analisa data, menyimpulkan hasil penelitian dan akhirnya menyusun laporan penelitian. Dalam langkah-langkah penelitian ini peneliti harus menuliskan atau menggambarkan bagaimana ia melakukan urutan pekerjaan penelitiannya. Contoh:

Contoh pembuatan alur penelitian

Gambar 3.1 Contoh pembuatan alur penelitian

Contoh isi Bab III yang sederhana:

BAB III
ANALISIS DAN PERANCANGAN

3.1       Deskripsi Perusahaan

3.2       Analisis Masalah

3.3       Solusi-solusi yang dapat diterapkan

3.4       Solusi yang dipilih

3.5       Analisis Kebutuhan

3.6       Analisis Biaya dan Manfaat (optional – urutan sub-bab ini tergantung tema skripsi dan langkah-langkah penelitian atau pengembangan yang sudah direncanakan peneliti)

3.7       Analisis Kelayakan (optional – tergantung tema skripsi)

3.8       Perancangan Aplikasi (optional – urutan dan judul sub-bab ini tergantung tema skripsi dan langkah-langkah penelitian atau pengembangan yang sudah direncanakan peneliti)

atau

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1        Alat dan Bahan Penelitian

3.2        Alur Penelitian

 

Contoh isi Bab III yang kompleks:

BAB III
ANALISIS DAN PERANCANGAN

3.1       Deskripsi Singkat Perusahaan

3.2       Analisis Masalah (gambaran masalah di obyek dan atau analisis kelemahan sistem sesuai hasil observasi penulis, hasil analisis disajikan dalam bentuk yang mudah difahami pembaca)

3.3       Solusi-solusi yang dapat diterapkan

3.4       Solusi yang dipilih

3.5       Analisis Kebutuhan

3.5.1     Analisis Kebutuhan Hardware

3.5.2     Analisis Kebutuhan Software

3.5.3     Analisis Kebutuhan SDM (opsional)

3.5.4     Analisis Kebutuhan Fungsional Aplikasi (opsional/sesuai topik)

3.5.6     Analisis Kebutuhan Non-Fungsional Aplikasi (opsional/sesuai topik)

3.5.7     Analisis Kebutuhan Informasi (opsional/sesuai topik)

3.5.8    Analisis Kebutuhan Pengguna (user)(opsional/sesuai topik)

3.5.9     Analisis Kebutuhan Biaya

3.6       Analisis Biaya dan Manfaat (opsional)

3.7       Analisis Kelayakan (opsional)

3.7.1     Analisis Kelayakan Teknis/Teknologi (opsional)

3.7.2     Analisis Kelayakan Operasional Organisasi (opsional/sesuai topik)

3.7.3     Analisis Kelayakan Hukum (opsional)

3.7.4     Analisis Kelayakan Ekonomi (opsional)

3.8       Perancangan Aplikasi (Perancangan Sistem) (opsional/sesuai topik)

3.8.1     Rancangan Proses (opsional/sesuai topik)

3.8.2     Rancangan Basis Data & Relasi Antar Tabel (opsional/sesuai topik)

3.8.3     Rancangan Form / Interface (opsional/sesuai topik)

3.8.4     Rancangan Struktur Aplikasi (opsional/sesuai topik)

atau

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1  Alat dan Bahan Penelitian

3.2  Alur Penelitian

3.3  Variable Penelitian (optional, jika diperlukan/sesuai tema)

3.4  Subyek Penelitian (optional, jika diperlukan/sesuai tema)

3.5  Analisis Data(optional, jika diperlukan/sesuai tema)

4 Responses to Bab III

  1. patria says:

    pak melwin, apakah skripsi dengan latar belakang masalah,dalam hal multimedia, masih benar memakai analisis SWOT? atau HARUS pakai PIECES atau selain SWOT? mohon penjelasannya.
    soalnya saya agak kesulitan mengimplementasikan PIECES dari masalah yang bukan berkaitan sistem informasi, sedangkan SWOT lebih mudah untuk mengimplementasikannya sekalipun bukan berkaitan sistem informasi.

    begitupun dengan kebutuhan fungsional dan non fungsional

    dari penjelasan dosen saya, swot lebih untuk peluang, dan pieces lebih untuk masalah. walaupun msih ada analisis yang lain.

  2. melwin says:

    Menggunakan analisis SWOT atau PIECES harus mengetahui alasannya. Analisis SWOT digunakan jika Anda ingin mengetahui berapa besar peluang yang dimiliki produk barang atau jasa Anda dapat berkompetisi dengan produk lain yang sejenis. Anda perlu megidentifikasi kekuatan dan kelemahan (evaluasi diri sendiri) kemudian mengevaluasi faktor-faktor yang ada dilingkungan sekitar terkait dengan peluang-peluang yang ada dan ancaman-ancaman yang ada yang mampu mempengaruhi nilai kompetisi produk anda di pasar. Dari data evaluasi tersebut Anda akan merancang strategi-strategi apa yang paling tepat untuk dipilih dan diterapkan.

    Jika anda menggunakan Analisis PIECES, berarti Anda mencoba untuk meng-identifikasi akar permasalahan yang ada terkait dengan pelayanan, sistem, operasional yang berjalan saat ini, sehingga nantinya akan menemukan solusi permasalahan yang tepat. Anda harus menetapkan faktor-faktor (variable-variable) yang akan di nilai dan harus mampu menyajikan data analisis secara detil (spesifik).

    Terlepas produk solusinya adalah multimedia, atau website, aplikasi dekstop, atau produk hardware, prototype, dll, peneliti harus mampu melihat hal apa yang ada di objek yang akan di analisis dan bagaimana cara menyajikan data analisisnya.

  3. roni says:

    Pak saya membuat aplikasi berbasis website, di bab 3 di bagian perancangan sistem bolehkah saya menggunakan DFD?

    • melwin says:

      Dalam metode perancangan sebuah aplikasi, tidak ada kewajiban mutlak harus menggunakan sebuah metode tertentu, kita hanya mengupayakan pendekatan yang paling sesuai (relevan) untuk studi kasus yang ada.
      Anda bisa gunakan normalisasi, DFD, UML, dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *