Memilih Diploma atau Sarjana?

Banyak adik – adik kelas 3 SMA/SMK masih bingung, mau melanjutkan ke PTN/PTS mana setelah menyelesaikan studi.  Ada juga yang bingung mau memilih Diploma atau Sarjana. Mana yang lebih cepat nyari kerja?

Orang tua siswa zaman sekarang pun cenderung berpikir praktis (mana sekolah yang studinya cepat, cepat nyari kerja, dan cepat dapat posisi tinggi). Sebagian orang masih berfikir, bahwa bermodalkan ‘sarjana’ maka peluang diterima kerja dan menjadi pegawai negeri menjadi lebih mudah. Sebenarnya, dapat dikatakan pemikiran seperti itu masih terlalu sempit.

Kita lihat saja saat ini, banyak sarjana dan sarjana muda yang tidak langsung mendapat pekerjaan ketika mendapat gelar A.Md atau sarjana-nya. Berbagai faktor menjadi penyebabnya. Sebagian mereka hingga menyelesaikan studi, dan mendapatkan gelar tidak memahami spesialisasinya dan tidak mengerti tujuan hidupnya. Sehingga dalam memilih dan menangkap peluang kerja yang ada, sering kali tidak berhasil (gagal).

Contoh: Sebuah perusahaan mencari beberapa staf IT yang berpengalaman dan memiliki skill pemrograman. Seorang pelamar yang bermodalkan ijazah S1 mencoba melamar, namun tidak diterima, tidak sampai di wawancara, dan sudah di eliminasi saat pemberkasan (seleksi berkas). Kesalahan atau kekurangan yang terdapat di berkasnya, antara lain:

  1. Surat lamaran ditulis tangan yang tidak rapi dan tidak jelas
  2. CV pelamar ditulis tangan dari form daftar riwayat hidup (dibeli di kios/toko), tidak menyebutkan keahlian yang diminta, dan keterampilan khusus yang dimiliki, serta tidak mencantumkan pengalaman kerja
  3. Prodi / jurusan pelamar tidak sesuai dengan prasyarat yang diminta
  4. Phas photo terlihat tidak menarik, karena difoto menggunakan camera HP yang tidak memiliki resolusi yang baik

Bila dicermati ada beberapa kesalahan yang mungkin terlihat sepele, namun sebenarnya aneh, bila hal tersebut di alami oleh seorang sarjana.

  1. Calon staf IT, koq nggak ngerti memanfaatkan komputer untuk menulis surat permohonan kerja dan membuat CV
  2. Lulusan sarjana tidak memiliki keahlian khusus, dan memasukkan lamaran meski tidak memiliki kompetensi yang diminta
  3. Tidak memahami kompetensi lulusan dari prodi/jurusannya sendiri, sehingga memasukkan lamaran dengan tujuan coba-coba (syukur kalau dapat diterima)
  4. Tidak memahami kapan sebuah lamaran harus menempatkan foto, kapan saatnya lamaran tidak perlu menggunakan foto. Jika lamaran tersebut membutuhkan foto pelamar, maka kualitas lamaran dan foto yang tidak baik akan memberikan kesan bahwa pelamar tidak sungguh-sungguh dan tidak memiliki potensi yang baik.
 Nah, adik-adik. Yang menyebabkan seseorang mudah mencari kerja, bukan karena gelar diploma atau sarjana-nya, melainkan:
1. kemampuan/keterampilan (skill) individu mereka
2. wawasan pengetahuan
3. kepribadian yang baik
4. relasi yang dimiliki (teman atau kenalan)
5. kesempatan yang disediakan
Sudahkan Anda membangun semua potensi diri yang dibutuhkan, dan memiliki relasi yang dapat memberi referensi atau membantu memperlancar proses penerimaan. Terkadang kesempatan terlihat oleh sebagian orang “seperti datang sendiri” atau “sulit sekali datangnya”, namun semua itu berawal dari “bagaimana kita memproses diri sebelumnya” sehingga kesempatan itu datang sendiri atau “kita sendirilah yang membangun kesempatan itu”.
Semoga bermanfaat.

Comments

comments

2 Responses to Memilih Diploma atau Sarjana?

  1. Gadis says:

    Kelebihan diploma ataupun sarjana sendiri seperti apa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *